Belajar Dari Prestasi Orang Lain
Ia adalah Prof. Nelson Tansu, Ph.D, beberapa tahun lalu, ketika usianya beranjak 25 tahun, dia diangkat menjadi guru besar ( Profesor) di Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA. Usia yang sangat belia dengan statusnya tersebut. Kini, ketika usianya beranjak 26 tahun, Nelson tercatat sebagai Profesor termuda di Universitas wilayah East Coast, Negeri paman Sam itu. Kini, puluhan hasil risetnya dipublikasikan di Jurnal – jurnal internasional dan dia juga sering diundang menjadi pembicara utama pada berbagai seminar. Prof. Nelson Tansu, Ph.D ialah warga Negara Indonesia.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Prof. Ken Soetanto. Warga Surabaya ini meraih gelar Profesor dan empat doctor selama bertahun – tahun mengabdikan hidupnya di Jepang. Beliau mampu menggabungkan empat disiplin ilmu yang berbeda. Itu terungkap dari empat gelar doctor yang diperolehnyayaitu : bidang Applied Electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, Medical Science dari Tohoku University, Pharmacy Science di Science University of Tokyo, dan bidang ilmu pendidikan di Waseda University ( tempat ia mengajar sekarang ). Hebatnya lagi, prestasi akademiknya tersebut diakui di Jepang dan USA.
Dua kisah keberhasilan meraih prestasi di atas merupakan sebahagian kecil kisah orang – orang yang sukses meraih prestasi. Sesungguhnya keberhasilan mencapai prestasi itu meninggalkan petunjuk – petunjuk. Orang yang meraih prestasi hebat dalam hidupnya, pastilah telah melakukan hal – hal yang spesifik dalam mewujudkannya. Selain mereka berkomunikasi secara spesifik dengan dirinya sendiri, mereka juga telah melakukan tindakan – tindakan spesifik; misalkan: bagaimana ia menggunakan otaknya, bagaimana ia memandang sesuatu, dan bagaimana ia menggunakan anggota tubuhnya. Jika kita melakukan hal yang sama, boleh jadi kita akan bisa mendapatkan hasil – hasil dengan kualitas yang sama seperti mereka. Maka, kita perlu belajar dari prestasi mereka yang berhasil.
Prestasi yang bisa kita pelajari dari keberhasilan mereka dapat dianalogikan dengan sebuah lemari besi yang terkunci rapat. Lemari besi ini benar – benar terkunci rapat, dimana kuncinya merupakan kunci rahasia dengan kombinasi nomor rahasia. Sejenak coba kita bayangkan ilustrasi berikut. Suatu ketika ada seorang pengusaha kaya – raya yang berkenan memberikan uang tunai sebesar seratus juta rupiah kepada Anda, dan uang itu tersimpan aman di dalam sebuah lemari besi yang memiliki kunci dengan kombinasi nomor rahasia. Uang itu diberikan seluruhnya kepada Anda. Kira- kira, pertanyaan apa yang pertama sekali akan anda ajukan untuk membuka lemari besi itu kepada pengusaha kaya nan baik hati tersebut ? Anda pasti akan bertanya tentang kombinasi nomor rahasia untuk membuka pintu lemari besi itu, kan ? Nah, dalam mempelajari prestasi orang – orang yang berhasil itu kita dapat melihat dengan tiga hal, yakni :
- Kita harus mengetahui secara jelas keyakinan dan keteguhan mereka
hal – hal apa saja yang diyakini bisa dikerjakan dan hal – hal apa saja yang diyakini tidak bisa dikerjakan. Keyakinan ini memiliki peran mendasar yang sangat penting. Ia merupakan pondasi perilaku seseorang. Jika kita selalu yakin bahwa suatu hal tidak bisa kita kerjakan, maka pada akhirnya kita benar – benar tidak akan bisa mengerjakannya. Karena setiap kali kita meyakini bahwa kita tidak bisa, maka hal tersebut akan terkirim kepada sistem saraf kita, dan ia akan membatasi atau menghapus kemampuan kita. Begitu pun berlaku sebaliknya.
- Kita harus mengamati dan mempelajari secara jelas bagaimana cara mereka mengelola otaknya
Apa saja sih yang selalu dipikirkanya, apa saja sih yang selalu menjadi bahan pembicaraannya, dan apa saja yang menjadi bahan diskusinya ?. Dari sini kita bisa mengenal bahagimana alur berpikirnya sehingga mereka dapat mengatur pikirannya, yang pada akhirnya akan sangat menentukan strategi dalam hidupnya.
- Kita juga bisa mempelajari fisiologi orang tersebut
kita bisa melihat bagaimana postur tubuhnya, ekspresi wajahnya, gaya bicaranya, gerakan – gerakan tangannya dan lain sebagainya. Dengan memperhatikan hal tersebut dan mengkombinasikan dengan hal pertama dan kedua di atas, maka kita akan lebih leluasa dan cermat mempelajari prestasi orang – orang tersebut.
Ketiga hal inilah yang bisa kita lakukan dalam mempelajari keberhasilan orang – orang yang telah mencapai prestasi terbaik dalam hidupnya. Dengan prinsip hidup yang kuat; miliki sikap hidup yang positif, Kelola otak dengan baik, tanamkan keyakinan, tentukan target hidup, lawan musuh – musuh besar penghancur diri, serta lakukan do'a dan tawakkal.
Ditulis oleh : Yusmariono, S.Pd Guru SMP Negeri 1 Labuhan Deli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar